Doa anak buta
Doa anak buta Aku dilahirkan dengan tidak mempunyai mata. Awalnya aku merasa kesulitan karena sekelilingku gelap. Terkadang aku menangis dalam hati jika mengingatnya. Tapi sekarang aku bersyukur. Karena berada dalam kegelapan, aku jadi bisa melihat cahaya yang lebih indah. Walaupun aku tidak tahu seperti apa wajah kedua orangtuaku, mereka senantiasa ada untukku. Ibuku akan memelukku dan sentuhannya menenangkan hatiku. Sementara ayahku akan memberiku nasihat-nasihat yang bermanfaat. Jika aku lapar ibuku akan memasakkanku makanan yang enak sekali. Begitu terasa di lidah, rasanya hatiku jadi berbunga-bunga. Jika aku berbuat nakal ayah akan memarahiku agar aku tidak berjalan ke arah yang salah. Aku bersekolah di sekolah normal. Orangtuaku memiliki kepercayaan yang besar terhadapku. Aku membaca tidak dengan mata, tapi dengan jari. Ketebalan, Bentuk, yang kurasakan akan membentuk huruf dalam pikiranku. Biarpun tidak bisa melihat aku tidak dicemooh oleh teman sekelasku. Mereka kagum padaku yang tabah dalam menjalani kehidupan. Aku senang bisa menjadi inspirasi bagi mereka, seperti para nabi yang membimbing umatnya menuju kebaikan. Sepulang sekolah Ibu akan menjemputku dan kami berjalan kaki menuju rumah. Sepanjang perjalanan aku akan bercerita pada ibuku apa saja yang kualami di sekolah. Ibu selalu memberi perhatiannya padaku. Begitu sampai di rumah akupun disuruh mandi. Air dingin yang mengguyur tubuhku rasanya segar sekali. Setelah mandi aku akan ke meja makan dan memakan makanan yang disiapkan ibuku. Wanginya sungguh menggoda selera dan Aku menyantapnya dengan nikmat sekali. Sore hari ayah pulang dari kantor. Hal pertama yang ayah lakukan saat pulang adalah menyapaku. Kemudian kami akan salat maghrib berjamaah. Setelah salat berjamaah kami semua mengaji. Khusus untukku aku diberi iqro dengan huruf braile agar aku bisa membacanya dengan jariku. Saat ayah dan ibu melantunkan ayat Al-Quran suaranya terdengar merdu sekali di telingaku. Malamnya kami akan mengobrol bersama-sama hingga aku merasa kantuk. Ibuku akan mengantarku ke kamar dan menemaniku tidur. Sebelum tidur aku selalu minta ibu untuk menceritakan dongeng atau kisah-kisah lain. Ibu akan bercerita dengan sabar hingga aku tertidur. Tuhan, terima kasih. Terima kasih telah memberiku orang tua yang luar biasa. Terima kasih karena memberiku kenikmatan yang luar biasa dalam hidupku. Biarpun tidak bisa melihat, aku masih bisa mendengar, merasa, mencium, mengecap. Semoga selamanya aku bisa seperti ini. Amin



23.03
blog ilham
,



0 Response to "Doa anak buta"
Posting Komentar