cara menyelesaikan rubiks 3x3

Pemula Menyelesaikan Rubik 3×3x3

Ditulis ilham verardi
Kamis, 5 Juni 2008 12:48 WIB

Ringkasan

Sekian lama mengenal rubik / magic cube, aku hanya bisa memainkannya, tanpa bisa menyelesaikan. Baru pada tahun 2004, aku bisa menyelesaikannya untuk pertama kali. Berikut langkah-langkah yang aku lakukan, berdasarkan sebuah panduan dari internet. Dilengkapi animasi, insya Allah gerakannya mudah dimengerti, diingat dengan tanpa menghafal, dan tentunya berhasil.

Bahasan

Pengantar

Awal mula memainkan rubik / magic cube, aku ragu bisa menyelesaikannya. Ternyata, penemunya, Erno Rubik pun pernah meragukan permainan yang diciptakannya ini bisa diselesaikan. Namun, mendengar berita bahwa kenalan atau orang lain bisa menyelesaikannya, bahkan tercatat juga pemegang rekor dunianya, memastikan permainan ini sungguh bisa diselesaikan.

Banyak teman senasib (belum bisa menyelesaikan rubik) yang berhasil menyusun satu warna di satu sisi. Belajar dari mereka, akhirnya mulai mengerti bagaimana membuat satu sisi rubik berwarna sama. Namun, setelah berhasil menyelesaikan rubik, ternyata langkah tersebut bukan langkah awal yang benar untuk menyelesaikan rubik. Ini disebabkan karena ketika membuat satu sisi rubik berwarna sama, sisi lain dalam lapis yang sama berbeda warna. Dengan kata lain, langkah awalnya bukan menyelesaikan satu sisi, melainkan satu lapis.

Pertama memegang rubik, aku melihatnya sebagai kubus dengan sisi berbeda warna, masing-masing sisi terdiri dari 9 kotak, sehingga jumlah seluruh kotak = 6 x 9 = 54 kotak. Sehingga, menyelesaikan rubik berarti menyusun 54 kotak tersebut ke masing-masing sisi rubik.

Penilaian tersebut tidak salah. Namun, melihat kenyataan bahwa rubik tersusun dari kubus-kubus kecil, ada penilain lain yang lebih ringkas ketika mencoba menyelesaikan rubik, yaitu bahwa rubik memiliki:

  • 6 kubus pusat.
    Masing-masing kubus ada di tengah setiap sisi, hanya memiliki satu warna yang menjadi acuan warna sisi dimana dia berada, dan tidak bisa digeser kemanapun. Kalaupun digeser, tidak akan merubah urutan warna sisi-sisi rubik.
  • 12 kubus tepi.
    Kubus ini terletak di samping kubus pusat dan memiliki dua warna.
  • 8 kubus sudut.
    Kubus ini terletak di masing-masing sudut rubik dan memiliki tiga warna.

Dari penilaian tersebut, yang harus dilakukan adalah menyusun 12 kubus tepi dan 8 kubus sudut dengan mengacu ke masing-masing kubus pusat.

Notasi

Sebelum memulai langkah demi langkah, perlu ditentukan terlebih dahulu bagaimana cara menuliskan segala hal yang merujuk terhadap rubik yang akan digunakan dalam tulisan ini.

Sisi Rubik

Rubik memiliki enam sisi. Ketika diletakkan di depan kita, maka sisi-sisi tersebut bisa dituliskan sebagai berikut:

  • Atas = U (upper)
  • Bawah = D (down)
  • Kiri = L (left)
  • Kanan = R (right)
  • Depan = F (front)
  • Belakang = B (back)

Gerakan

Menggerakkan sisi tertentu berarti menggerakkan lapis dimana kubus pusat sisi tersebut berada. Gerakan bisa dilakukan secara searah atau berlawanan arah jarum jam terhadap kubus pusat (dengan anggapan kita menghadap ke kubus). Ada 3 macam gerakan untuk masing-masing sisi (untuk contoh akan digunakan sisi atas = U), yaitu:

  • 90 derajat searah jarum jam pada sisi atas, ditulis U.
  • 90 derajat berlawanan arah jarum jam, ditulis U’ (U diikuti petik tunggal). Gerakan ini sama dengan U sebanyak tiga kali.
  • 180 derajat searah atau berlawanan arah jarum jam, ditulis U2 (U kuadrat). Gerakan ini sama dengan U dua kali, atau U’ dua kali.

Kubus

Untuk merujuk ke posisi kubus tertentu, akan digunakan dua huruf untuk kubus tepi, dan tiga huruf untuk kubus sudut. Sebagai contoh, kubus tepi di posisi atas-kanan akan ditulis UR (upper-right) atau kebalikannya, dan kubus sudut di posisi atas-kanan-depan ditulis URF (upper-right-front) atau variasinya. Posisi ini merujuk pada kubus yang saat itu ada pada posisi tersebut, bukan kubus yang seharusnya ada di situ.

Langkah 1: Tepi Lapis Pertama

Rubik dalam kondisi acak sekarang. Jika tidak, acak terlebih dahulu, karena tulisan selanjutnya adalah langkah-langkah untuk menyelesaikannya. Selanjutnya memilih salah satu warna kubus pusat, dan mengatur rubik sehingga dia ada pada sisi atas (U). Sebagai contoh, aku menggunakan warna putih.

Langkah pertama adalah membentuk tanda plus (+) di sisi atas (U) warna putih. Ini berarti menempatkan kubus tepi yang sesuai ke posisi UL, UB, UR, dan UF. Untuk melakukannya, ikuti kemungkinan-kemungkinan berikut (cari kemungkinan secara berurutan):

  • Kubus putih-lain (OC = other color) di U (lapis 1).
    • Jika putih ada di U, cukup putar U sehingga OC lurus dengan kubus pusat sewarna.

    • Jika OC ada di U, putar kubus ke posisi yang dituju. Putar rubik sehingga kubus pusat putih tetap di U dan OC ada di F, dan lakukan gerakan U’ R’ F’ atau U L F.

  • Kubus putih-OC ada di lapis 2 (tengah). Putar rubik sehingga kubus pusat putih tetap di U, dan kubus putih-OC ada di posisi FR.
    • Jika putih ada di R, putar U sampai posisi yang dituju ada di UF, dan lakukan gerakan F’, dan kembalikan U ke posisi semula.

    • Jika putih ada di F, putar U sampai posisi yang dituju ada di UR, dan lakukan gerakan R, dan kembalikan U ke posisi semula.

  • Kubus putih-OC ada di lapis bawah.
    • Jika warna putih ada di D, cukup putar D sampai OC lurus dengan kubus pusatnya, dan putar 180 derajat sisi kubus pusat.

    • Jika OC ada di D, putar rubik sehingga kubus pusat putih tetap di U dan OC ada di F. Putar D untuk menempatkan kubus pada posisi RD, dan lakukan gerakan R F’. Jika kubus di posisi UR sudah benar, tambahkan gerakan R’.

Di akhir langkah ini, bentuk rubik akan tampak seperti ini.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme